Dr. Ali Ahmad Salus: Bunga Pinjaman IMF Bukan Riba

4954

Mosleminfo, Kairo — Dr. Ali Ahmad Salus Wakil Dewan Ulama Fikih Amerika dan Ketua Dewan Syariah untuk Legitimasi dan Reformasi, membolehkan suatu pemerintahan atau negara untuk melakukan peminjaman kepada IMF (Internatioal Monetary Fund), dengan syarat memposisikan tambahan dari hutang (bunga) sebagai upah untuk analisa mereka (IMF) atas kesiapan negara terkait dalam membayar kembali hutang mereka.

Koran mingguan Mesir al-Liwâ al-Islâmi menuliskan wawancara eksklusif mereka dengan Dr. Ali Ahmad Salus. Beliau menegaskan bahwa hal ini telah dibahas oleh Dewan Syariah untuk Legitimasi dan Reformasi. Beliau juga telah menyampaikan kepada salah seorang pejabat tinggi Mesir untuk melakukan peminjaman kepada IMF, dengan syarat memposisikan ‘bunga’ dari hutang tersebut sebagai upah atas analisa dan penelitian yang dilakukan oleh Bank atau pihak pemberi hutang. Menurutnya, sangat logis, saat pihak pemberi hutang akan melakukan analisa mendalam terhadap negara yang akan diberi pinjaman, tentang kemampuan dalam mengembalikan hutang, juga aspek-aspek yang akan dibantu. Di sisi lain, mendapatkan pinjaman dari IMF tidaklah mudah, terkadang kita harus menambahkan sejumlah uang di luar hutang, hal itu bukanlah riba, dengan syarat jumlahnya telah ditentukan di depan, bukan persentase dari jumlah hutang atau dari waktu.

“Tambahan tersebut dapat kita posisikan sebagai upah atas usaha mereka (pihak pemberi hutang) dalam melakukan analisa dan penelitian. Tidak ada larangan dalam hal ini,” kata Dr. Ahmad Salus.

Dewan Fikih Islam Internasional untuk Bank Islam di Jeddah juga membolehkan tambahan uang di luar hutang, sebagai upah konsultasi dan supervisi atas proyek yang dijalankan dari hutang tersebut. Supervisi dalam konteks ini dapat kita posisikan sebagai pekerjaan, dan setiap pekerjaan dapat kita beri upah. (alw/mra)

 

alterntif text

Leave a Reply

Your email address will not be published.