Aljazeera Putar Balikkan Fakta Kondisi Mesir

almstba.com_1356086894_655

Mosleminfo, Kairo—Channel Aljazeera yang dikenal sebagai salah satu media Islam terbesar di kawasan Timur Tengah senantiasa memberikan dukungan penuh kepada gerakan Ikhwanul Muslimin (IM), baik saat Morsi memimpin Mesir maupun pasca pelengserannya. Hal ini membuat rakyat Mesir sangat marah, sehingga sangat mempengaruhi kinerja para koresponden Aljazeera di seluruh wilayah Mesir. Aljazeera senantiasa melakukan serangan terhadap otoritas Mesir dalam berbagai progamnya sebelum IM berkuasa. Namun, pasca IM berkuasa, Aljazeera berbalik mendukung penuh rezim pimpinan Morsi tersebut. Pasca Aljazeera memberitakan bahwa para demontran anti-Morsi di bundaran Tahrir adalah para penjahat, kantor pusat Aljazeera Mesir di Kairo dilempari bom Molotov oleh sekawanan orang tidak dikenal.

Permusuhan antara Al-Jazeera dengan otoritas Mesir kembali memanas pasca Letnan Jenderal Abdul Fattah al-Sisi mengumumkan pelengseran Morsi setelah puluhan juta rakyat Mesir tumpah ruah ke jalanan menuntut hal itu pada 30 Juni. Sejak saat itu, terjadi perselisihan antara pihak Aljazeera dengan para wartawan korespondennya di berbagai penjuru Mesir. Karena Aljazeera dipandang tidak memberitakan sesuai dengan faktwa di lapangan.

“Aljazeera memberitakan pelepasan jenazah korban Ikhwanul Muslimin di kota Damanhur dan kerumunan orang saat itu sebagai para pendukung Morsi. Aljazeera juga memberitakan bahwa demontrasi dukungan kepada keputusan al-Sisi di lapangan as-Sa’ah sebagai dukungan terhadap Morsi, meski koresponden sama sekali tidak memberikan keterangan bahwa itu adalah demo pendukung Morsi,” jelas Muhammad Isawi, salah seorang koresponden Aljazeera di Buhairah.

Hiyam Azam, koresponden Aljazeera di provinsi Fayoum sangat menyayangkan pihak Aljazeera memakai jasa sebagian jurnalis yang berafiliasi kepada Ikhwanul Muslimin. Dia juga menyangkal berita yang dia kirim dan diputarbalikkan oleh pihak Aljazeera terkait demo anti-Morsi di Fayoum yang diklaim sebagai demo pro-Morsi. Sikap tidak jujur Aljazeera ini, menurut Hiyam, membuatnya diusir oleh para demonstran saat melakukan liputan di lapangan.

Ahmad Usyari, koresponden Aljazeera di provinsi Kafru Syekh mengirimkan surat kepada Aiman Jabullah, direktur Aljazeera, pada tanggal 21 Juli. Di dalam suratnya tersebut dia melayangkan protes karena Aljazeera telah memberikan kabar bohong terkait kondisi yang terjadi di Kafru Syekh. Hal itu membuatnya tidak nyaman dan mendapatkan banyak teguran via telepon yang mengungkapkan ketidakpercayaan lagi terhadap berita-berita Aljazeera. Usyari memberikan salah satu bukti berita yang dikeluarkan Aljazeera tentang demontrasi puluhan ribu pendukung Morsi pada tanggal tertentu, padahal itu sama sekali tidak terjadi.

Koresponden Aljazeera juga menyangkal berita yang disebarkan oleh Aljazeera bahwa para demontran pro militer telah menyerang acara buka bersama para pendukung Morsi. Hal ini akan semakin menyulut dan memperburuk kondisi Mesir saat ini.

Para koresponden Aljazeera tidak hanya melayangkan surat protes, namun ada yang langsung menyatakan pengunduran diri, karena memandang Aljazeera telah menebarkan berita bohong dan tidak mematuhi kode etik jurnalistik. Dua hari pasca tragedi berdarah di Mabes Garda Republik Khalaf Amin, koresponden Aljazeera provinsi Bani Suwaif, menyatakan pengunduran dirinya. Pengunduran dirinya tersebut sebagai langkah protes terhadap Aljazeera karena tidak memberitakan sesuai fakta dan menyalahi kode etik jurnalistik selama memberitakan kondisi Mesir pasca 30 Juni.

Sebagian koresnponden Ajazeera juga tidak hanya melakukan protes melalui surat dan menyatakan pengunduran diri, namun ada juga yang menyatakan pengunduran dirinya dalam siaran langsung Aljazeera. Hujaj Salamah, koresponden Aljazeera di provinsi Luxor, menyatakan pengunduran dirinya saat siaran langsung Aljazeera. Sebab pengunduran dirinya adalah karena Aljazeera tidak jujur dalam pemberitaan dan tidak memegang teguh kode etik jurnalistik.

Hujaj menambahkan bahwa Aljazeera sering memberikan instruksi kepada seluruh karyawannya agar memberitakan hal positif tentang Ikhwanul Muslimin. (almasryalyoum/ik)

alterntif text

Leave a Reply

Your email address will not be published.