PT. Asuransi BRI Life, di penghujung tahun 2020 ini menggelar serangkaian kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs). Corporate Secretary Asuransi BRI Life Hardy Nurhadi menuturkan, program CSR kali ini pihaknya bekerjasama denganBadan Amil Zakat Nasional (Baznas). "Program yang dijalankan, antara lain program penampungan air dan bantuan air bersih di Gunung Kidul Yogyakarta, Operasi Katarak, Wastafel Sehat sekolah/panti wreda di Jabodetabek serta program Pembangunan dan Rehabilitasi Pondok Pesantren Al Kholiliyah Mubarokah di Sukabumi Jawa Barat," ucap Hartdy dalam keterangan Rabu (2/12/2020).

Dalam hal kegiatan CSR bantuan air bersih guna membangun kehidupan yang lebih sehat, BRI Life bersama Baznas telah menyalurkannya di daerah Gunung Kidul Yogyakarta, yakni Desa Patuk, Ngawen dan Tanjung. Pemilihan daerah Gunung Kidul sebagai lokasi pemberian bantuan air bersih, dikarenakan wilayah ini termasuk yang sering mengalami kekeringan dan kekurangan air khususnya air bersih. Sejalan dengan kualitas kesehatan masyarakat, BRI Life juga mengadakan program Operasi Katarak yang dilaksanakan di Jabodetabek, bagi pasien yang sebelumnya telah melalui proses seleksi.

Kegiatan yang akan digelar pada awal Desember 2020 tersebut dilangsungkan untuk membantu program pemerintah dalam mengentaskan masalah kebutaan, yang diakibatkan oleh penyakit katarak khususnya bagi masyarakat di wilayah Jabodetabek yang kurang beruntung. “Melalui program Operasi Katarak ini, kami berharap BRI Life dapat berkontribusi dan membantu dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi masyarakat dhuafa” tegas Hardy. Adapun dua kegiatan CSR lainnya yang digelar adalah di bidang pendidikan, yakni wastafel sehat untuk sekolah di Jabodetabek serta pembangunan dan rehabilitasi Pondok Pesantren Al Kholiliyah Mubarokah di Sukabumi Jawa Barat.

Melalui program wastafel sehat sekolah mengedukasi para siswa siswi di lingkungan SD, SMP dan SMA di Jabodetabek, dalam melakukan kebiasaan baru di lingkungan sekolah, khususnya dalam menjalankan protokol kesehatan serta menjalankan 3M (Mencuci tangan, Memakai masker dan Menjaga jarak).