Seorang gadis penjaga konter di Lubuklinggau disantroni kawanan perampok. Ia kaget dan gemetar saat kawanan perampok itu menodongkan pisau tepat di depan mukanya. Ia tak bisa berbuat apa apa lantaran takut dengan ancaman kawanan perampok itu.

Setelah perampok berhasil membawa kabur uang sebesar Rp 4 juta, korban hanya bisa menangis. Korban bernama Sari Farma Wati saat itu tengah menjaga konter di Kelurahan Maja Pahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Sumsel. Akibatnya warga jalan Mawar Merah, Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau ini harus kehilangan uang senilai Rp 4 juta.

Bahkan gadis berusia 19 tahun ini mengalami luka empat jahitan di tangan kiri akibat sabetan senjata tajam pelaku. Ia juga trauma tidak mau menjadi penjaga konter lagi. Aksi perampokan tersebut dialami Sari ketika tengah menjaga konter milik kakaknya di depan Kantor Badan Urusan Logistik (Bulog), Jumat (27/12/2020) malam.

Kejadian bermula sekira pukul 22.00 WIB saat Sari hendak menutup konter, tiba tiba handphonenya (Hp) miliknya tertinggal di etalase dalam rumah. "Setelah masuk mengambil Hp di etalase dalam konter. Tiba tiba nongol pelaku dari belakang langsung mengacungkan pisau depan muka," ungkap Sari pada wartawan, Rabu (2/12/2020). Seketika itu Sari langsung kaget dan gemetar, wajahnya langsung pucat pasi, sembari menodongkan pisau pelaku langsung mengancam jangan berteriak dan langsung meminta uang.

"Dia (pelaku) langsung mengacungkan pisau kedepan muka saya, terus sambil takut saya reflek, tangan saya luka, pelaku langsung mengambil uang dalam toples, total Rp. 4 juta," ujarnya. Saat itu Sari ingin berteriak namun lagi lagi pelaku mengancam jangan berteriak, setelah mengambil uang, pelaku langsung kabur dan pisau yang digunakan pelaku tertinggal. "Mungkun panik dia (pelaku) pergi saya langsung nangis, warga sekitar langsung ramai, ada yang langsung ngejar, tapi katanya hilang di dalam lorong," ungkapnya.

Ia mengaku kejadian percobaan perampokan ini sebenarnya bukan yang pertama. Namun, sudah yang kedua kalinya, hanya saja saat itu pelaku masih pura pura bertanya dan tidak ia jawab. "Ini yang kedua, pertama dulu modus nanya ojek, karena suasana masih agak ramai akhirnya dia (pelaku) langsung pergi," ujarnya.

Ternyata berdasarkan pengakuan Sari, konter di depan yang dijaganya, juga pernah mengalami hal yang sama, saat itu datang dua pelaku menggunakan jaket dan pakai helm. "Mereka pura mau belanja (pulsa) langsung mengacungkan pistol kepada penjaga konter. Karena takut akhirnya yang jaga tidak berani melawan," ungkapnya. Ia pun mengaku, bila bertemu dengan pelaku sampai saat ini masih ingat wajahnya.

Namun ia tidak mengenalnya sama sekali, karena saat itu suasana malam hari dan pelaku pakai helm. "Motornya bebek bergigi parkir depan konter, kalau kenal tidak, kalau ketemu saya ingat wajahnya," ujarnya. Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono beberapa waktu lalu mengaku akan menindak tegas pelaku kejahatan baik Curat, Curas dan Curanmor atau 3C.

Bahkan Ia menegaskan tak main main dan tak segan segan siap mengambil tindakan tegas. "Masalah kejahatan 3 C kita fokus, karena ini daerah perlintasan dan rawan curat curas dan curanmor, kita sudah bentuk tim untuk melakukan penindakan di lapangan," ungkapnya. Sebagai polisi yang sudah puluhan tahun bertugas di bidang reskrim ia bertekat akan menciptakan kota aman, nyaman dan warga bisa melakukan aktifitas dengan baik, tanpa harus berpikir resiko tindak pidana.

"Saya sudah sampaikan kepada seluruh anggota lakukan tindakan tegas apa pun motifnya, pelaku tidak boleh diberi ampun, kita akan proses sampe pengadilan dan diberikan hukuman setimpal," ujarnya.